Prakerja dan UID Sukses Gelar Seminar Publik Bersama Prof. Jeffrey Sachs
Jakarta, 29 Juni 2024 - Prakerja berkolaborasi dengan United In Diversity Foundation (UID) dan Sustainable Development Solutions Network Southeast Asia (SDSN SEA) menggelar seminar publik bertajuk "Building a Sustainable Future Through Lifelong Learning and Skill Development," yang dibawakan oleh Profesor Jeffrey D. Sachs, profesor serta ekonom dari Universitas Columbia dan advokat Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini dihelat pada Sabtu, 29 Juni 2024 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh lebih dari 300 tamu undangan dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, peneliti, pengusaha, mitra pembangunan, dan perwakilan LSM/CSO, juga pemerintah.
Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014, Prof. Boediono dalam kata sambutannya menggarisbawahi pentingnya proses pembelajaran sepanjang hayat dan peran peningkatan keterampilan sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan global dalam mencapai SDG pada tahun 2030.
Beliau juga menyatakan bahwa Program Kartu Prakerja merupakan contoh praktik baik. "Secara keseluruhan, Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif baik yang layak untuk ditindaklanjuti. Setiap langkahnya perlu dievaluasi dengan baik dan dijalankan dengan pengelolaan yang tertib. Hanya dengan demikian, program ini akan mencapai hasil yang optimal," ujar Prof. Boediono.
Senada dengan Prof. Boediono, dalam pemaparannya Sachs menekankan mengenai tata kelola pada pengembangan SDM. Menurutnya, poin paling utama yang perlu kita investasikan adalah keterampilan masyarakat. “Untuk itu, saya sangat mengapresiasi Prakerja dan pencapaiannya,” kata Sachs.
Menurut Penelitian CIPG-ADB (2023), Prakerja berkontribusi positif terhadap 8 dari 17 SDGs. Prakerja mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan kesempatan belajar sepanjang hayat, meningkatkan peluang mendapat pekerjaan yang lebih baik, dan mengembangkan ekosistem kemitraan publik-swasta.
Sachs menambahkan, Prakerja bukan hanya mendukung pengembangan soft skill, dan kesempatan pembelajaran sepanjang hayat di Indonesia, tapi juga dukungan secara finansial serta sarana pelatihan sehingga masyarakat memperoleh fasilitas peningkatan keterampilan yang berkualitas secara gratis.
Mengakhiri kegiatan seminar publik, Direktur Eksekutif PMO Prakerja Denni Puspa Purbasari memberikan sambutan penutup, diikuti oleh Presiden United In Diversity Foundation Tantowi Yahya.
“Kita semua, pemerintah, dan perusahaan serta para aktivis sosial dan masyarakat, bisa bekerja sama lebih intens untuk Indonesia dan dunia yang lebih damai, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Denni Puspa Purbasari. Lewat acara ini Prakerja berharap dapat memberikan inspirasi mengenai pentingnya konsistensi dalam mendorong peningkatan keterampilan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Tantowi Yahya juga menunjukkan apresiasi terhadap upaya Prakerja dan menyambut baik kolaborasi ini, “Program Kartu Prakerja telah menunjukkan kehadirannya dalam mengembangkan keterampilan bagi angkatan kerja di Indonesia,” tutupnya.
Tentang Prakerja
Program Kartu Prakerja (“Prakerja”) adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa beasiswa pelatihan yang ditujukan baik untuk pencari kerja, maupun pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan/atau pekerja/buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil. Prakerja memberikan akses pelatihan untuk upskilling dan reskilling kepada WNI usia 18 - 64 tahun agar bisa beradaptasi dengan perubahan dunia kerja. Prakerja juga menjadi bagian dari upaya yang mendorong pendidikan sepanjang hayat khususnya bagi orang dewasa.
Sejak diluncurkan pada April 2020 hingga saat ini Prakerja telah memberikan akses skilling, reskilling dan upskiling kepada lebih dari 18,8 juta orang penerima. Selama 2020-2022, Prakerja menjadi bagian Program Pemulihan Ekonomi Nasional akibat pandemi COVID-19. Seiring dengan berakhirnya pandemi, mulai tahun 2023 Prakerja diimplementasikan dengan skema normal. Setiap peserta memperoleh manfaat berupa beasiswa pelatihan sebesar Rp 3,5 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan baik tipe webinar, tatap muka, maupun pembelajaran mandiri, yang tersedia di ekosistem Prakerja.