Merawat Ruang, Merawat Harapan: Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 melalui Transisi Energi
Kamis, 12 Februari 2026, tiga puluh pemangku kepentingan lintas sektor duduk melingkar di UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali. UID Sarasehan #3: Bali Emisi Nol Bersih melalui Transisi Energi tidak dirancang sebagai forum presentasi capaian, melainkan sebagai ruang untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan memahami perjalanan bersama menuju Bali NZE 2045.
Di tengah realitas krisis iklim yang semakin nyata, komitmen Bali untuk mencapai Net Zero Emission pada 2045 menghadirkan harapan sekaligus tanggung jawab. Target tersebut bukan hanya tentang angka dan peta jalan. Ia adalah tentang bagaimana berbagai pihak dapat berjalan dalam arah yang sama, dengan rasa percaya dan kesadaran bahwa perubahan sistem tidak pernah lahir dari satu tangan.
Sarasehan ini berangkat dari pendekatan awareness-based systems change, sebuah pendekatan yang mengajak untuk melihat keterkaitan antar isu, memahami akar tantangan secara utuh, serta menyadari bahwa kualitas hubungan sangat menentukan kualitas aksi. Dalam ruang ini, dialog menjadi fondasi sebelum strategi dibangun.
Mendengar dengan Utuh
Melalui metode World Café, percakapan berlangsung dalam tiga putaran yang saling terhubung. Pertanyaan pertama mengajak peserta menyentuh sisi paling jujur dari perjalanan masing masing. Apa yang terasa menghambat. Apa yang menimbulkan kelelahan. Dan dari mana kekuatan untuk tetap melangkah ditemukan.
Suara yang muncul begitu beragam, namun memiliki benang merah yang sama. Kompleksitas tata kelola, dinamika kebijakan, tantangan pembiayaan, hingga fragmentasi koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari realitas yang dihadapi. Namun bersamaan dengan itu, muncul pula cerita tentang dukungan yang tidak selalu terlihat. Tentang komunitas yang terus bergerak. Tentang kemitraan yang perlahan menguat.
Salah satu refleksi yang mengendap dalam ruang adalah, “Ternyata keresahan ini tidak berdiri sendiri.” Kesadaran sederhana ini menghadirkan kelegaan. Ada perjalanan yang sedang ditempuh bersama.
Menemukan Titik Temu dan Titik Ungkit
Putaran dialog berikutnya menggali dukungan yang dibutuhkan agar aksi iklim dapat melangkah lebih bermakna menuju Bali NZE 2045. Percakapan mengarah pada pentingnya tata kelola yang lebih terintegrasi. Isu keadilan transisi turut hadir secara alami. Partisipasi masyarakat, distribusi manfaat, serta perlindungan kelompok rentan menjadi pengingat bahwa transisi energi adalah proses sosial. Ia menyentuh kehidupan, bukan hanya infrastruktur.
Pada sesi selanjutnya, dialog beralih pada narasi dan kapasitas kolektif yang perlu dibangun. Muncul kesadaran bahwa percepatan tidak selalu berarti bergerak lebih cepat secara teknis, tetapi bergerak lebih selaras. Mendengar lebih dalam. Menguatkan kepercayaan. Membuka ruang untuk perbedaan tanpa kehilangan arah bersama.
Kesadaran sebagai Awal Gerak
Dalam sesi harvesting dan refleksi, peserta diajak meresapi suara yang paling membekas. Bukan untuk menyimpulkan secara tergesa, melainkan untuk memahami perubahan kecil dalam cara pandang. Ada pengakuan bahwa setelah dialog ini, relasi terasa lebih manusiawi. Bahwa di balik peran institusional, terdapat niat yang serupa untuk menjaga masa depan Bali.
Ruang seperti ini tidak dimaksudkan sebagai jawaban atas seluruh tantangan. Ia hadir sebagai wadah untuk merawat ekosistem. Sebuah ruang yang memungkinkan berbagai pemangku kepentingan bertemu secara setara, membangun kesadaran kolektif, dan mengidentifikasi titik ungkit perubahan tanpa rasa saling mendominasi.
Undangan untuk Terlibat
Perjalanan menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan kerendahan hati. Setiap sektor memiliki kontribusi. Setiap percakapan yang jujur memiliki makna. Setiap ruang yang aman untuk berdialog adalah bagian dari infrastruktur perubahan itu sendiri.
Sarasehan ini menunjukkan bahwa ketika perspektif dipertemukan dengan kesadaran, harapan tidak terasa jauh. Ia hadir dalam bentuk relasi yang lebih kuat, niat yang lebih selaras, dan komitmen untuk terus belajar bersama.
Bali NZE 2045 bukan sekadar target. Ia adalah proses kolektif yang terus dibentuk melalui keberanian untuk terhubung. Ruang ini akan terus terbuka bagi siapa pun yang ingin berjalan bersama, merawat dialog, dan berkontribusi dalam percepatan transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
Karena perubahan sistem selalu dimulai dari kesadaran. Dan kesadaran tumbuh ketika kita memilih untuk benar-benar saling mendengar. Sebagai convener, United In Diversity berperan sebagai penjaga proses dan perawat keterhubungan. Harapannya, sarasehan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk aktivasi komunitas bagi ekosistem transisi energi di Bali. Ruang yang memungkinkan percakapan lintas sektor tetap hidup, kesadaran kolektif terus bertumbuh, dan kolaborasi terjalin secara organik dan berkelanjutan. Ketika ruang dialog dirawat secara konsisten, ekosistem akan menemukan daya geraknya sendiri.

