Dialog Internasional "Happy Digital City" Bahas Transformasi Sistemik untuk Reformasi Birokrasi

Dialog Internasional "Happy Digital City" Bahas Transformasi Sistemik untuk Reformasi Birokrasi

JAKARTA - United In Diversity Foundation, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Trust Commons, serta IEEE Standards Association, sukses menyelenggarakan dialog internasional bertajuk "Happy Digital and Flourishing City Forum: Profound Systemic Transformations for Impacted Bureaucratic Reform" pada Kamis, 25 Januari 2024 di Lembaga Administrasi Negara, Jakarta. Dialog ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta secara daring dan luring yang tertarik untuk mendalami perjalanan transformasi digital yang dihadirkan oleh pemerintah Indonesia dalam mencapai tujuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada pembukaan forum ini, Plh Sementara Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menyampaikan bahwa digitalisasi dalam transformasi birokrasi adalah sebuah keniscayaan. "Agar digitalisasi dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka harus dilakukan secara sistematis, terarah, terukur, dan memperhatikan faktor 'humanity' sebagai pusatnya," ungkapnya.

Hal ini kemudian didukung oleh pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, yang menggarisbawahi sinergi antara reformasi birokrasi, inovasi sosial, dan teknologi yang mendorong transformasi yang berdampak pada tata kelola pemerintahan. "Dengan memanfaatkan inovasi sosial dan teknologi, akan tercapai peningkatan pada proses birokrasi, memastikan responsivitas, efisiensi, dan relevansi di hadapan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," tambahnya.

Sementara itu, turut hadir Mari Elka Pangestu, Dewan Pembina Yayasan Upaya Indonesia Damai, yang sekaligus mengenalkan program yang menaungi Happy Digital Transformation (HDT) yang dirancang oleh UID. "Program ini ditujukan untuk memfasilitasi dan membimbing pemangku kepentingan dalam ekosistem melalui proses transformasi personal-tim-organisasi sistem yang menggunakan teknologi sebagai pendorong," ungkap mantan Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia itu.

Kata "Happy" dalam forum ini mengandung makna harmoni yang dicirikan dengan keseimbangan dalam dimensi sosial, ekologis, dan spiritual untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Forum ini mengusung pentingnya penerapan program kepemimpinan berkesadaran dan tindakan nyata dalam membuat prototipe ide inovasi di tingkat lokal untuk membantu menggerakkan reformasi birokrasi yang berdampak pada mewujudkan Happy Digital and Flourishing City.

Pembicara dan narasumber yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah:

• Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, yang membahas pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam transformasi digital.

• Katina Michael, profesor di Arizona State University, yang membahas tantangan dan peluang dari transformasi digital.

• Dessy Aliandrina, pendiri dan direktur eksekutif Sociopreneur Indonesia, yang membahas peran kewirausahaan sosial dalam transformasi digital.

• Carlos Moreno, profesor di Sorbonne University, yang membahas konsep kota 15 menit.

Dialog internasional ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan kota atau kabupaten yang cerdas, harmonis, dan seimbang. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil, transformasi digital yang berdampak pada reformasi birokrasi dapat tercapai.